Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Model Pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition

  • Dodik Mulyono Stkip pgri lubuklinggau
  • Atika Nur Hidayati Universitas Lampung
Keywords: Mathematics; AIR Model; Problem Solving.

Abstract

This study was aimed at investigating and analyzing the improvement of mathematical problem solving abilities through AIR Learning Model (Auditory, Intellectual, Repetition). The students’low interest in mathematics whicheffectedthe low ability to solve mathematical problemsbecame the main problems of this study. This isa Classroom Action Research (CAR) thatwas carried out in two cycles. The research subjects were students of class VIII-A of Odd Semester of SMP Negeri 26Bandar Lampungwith total number of 28 students. Data collection for each cycle usedtest and observation techniques. Data analysis techniques consisted of: 1) analysis of the results of observations, 2) analysis of the results of tests of problem solvingskills. To check the degree of data trust, this study usedtriangulation of other researcher, namely the headmaster, mathematics teacher, and students. Based on the results of data analysis,it couldbe concluded that there wasan increase in students' mathematical problem solving abilities. The imrovement could be seenfrom the pre-cycle in which there wereonly 2 students(7.14%) who could pass the testand26 students(92.86%) who did not passthe test. It was found anincrease in the first cycle in which there were4 students(14.29%) who could pass the testand 24 students(85.71) %) who did not passthe test, then in cycle II,there were 8 students(28.58%) who past the testand 20 students(71.43%) who did not pass the testand in cycle III,there were 20 students(71.43) who pass the testand 8 students(28.58%) who did not passthe test.

References

Agustiana, E., Putra, F. G., & Farida, F. (2018). Penerapan model pembelajaran auditory, intellectually, repetition(AIR) dengan pendekatan lesson study terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Desimal: Jurnal Matematika, 1(1), 1-6.https://doi.org/10.24042/djm.v1i1.1905

Alan, U. F., & Afriansyah, E. A. (2017). Kemampuan pemahaman matematis siswa melalui model pembelajaran auditory intellectualy repetition dan problem based learning. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 67-78.DOI:http://dx.doi.org/10.22342/jpm.11.1.3890.67-78.

Effendi, L. A. (2012). Pembelajaran matematika dengan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan representasi dan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(2), 1-10.

Fitriana, M., & Ismah, I. (2016). Pengaruh model pembelajaran auditory intellectually repetition terhadap hasil belajar matematika siswa ditinjau dari kedisiplinan siswa. FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, 2(1), 59-68.

Gunawan, a. (2017). Efektivitas penerapan model pembelajaran auditory intellectually repetition(AIR) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP N 4 Sewon. Prodi Pendidikan Matematika UPY.Diambil dari http://repository.upy.ac.id/id/eprint/1427

Hendriana, Heris., Rohaeti, Euis &Sumarmo.(2016). Hard skills dan soft skills matematik siswa. Bandung : STKIP Siliwangi Press.

Hidayat, W., & Sariningsih, R. (2018). Kemampuan pemecahan masalah matematis dan adversity quotient siswa smp melalui pembelajaran open ended. JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 2(1), 109-118.DOI: http://dx.doi.org/10.33603/jnpm.v2i1.1027

Husna, M., & Fatimah, S. (2013). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa sekolah menengah pertama melalui model pembelajaran kooperatif tipeThink-Pair-Share (TPS). Jurnal Peluang, 1(2), 81-92.

Indarwati, D., Wahyudi, W., & Ratu, N. (2014). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui penerapan problem based learning untuk siswa kelas V SD. Satya Widya, 30(1), 17-27.

Jatisunda, M. G. (2017). Hubungan self-efficacy siswa SMP dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics), 1(2).24-30. DOI: http://dx.doi.org/10.31949/th.v1i2.375

Khadijah, S., & Sukmawati, R. (2013). Efektivitas model pembelajaran auditory intellectually repetition dalam pengajaran matematika di kelas VII MTS. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 68-75.

Lestari, K.E dan Yudhanegara.(2015).Penelitian pendidikan matematika. Bandung: PT Refika Aditama.

Mawaddah, S., & Anisah, H. (2015). Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakanmodel pembelajaran generatif (generative learning) di SMP. EDU-MAT, 3(2), 166-175.DOI: http://dx.doi.org/10.20527/edumat.v3i2.644

Meier, D. (2003).The accelerated learning hand book panduan kreatif dan efektif merancang program pendidikan dan penelitian (edisi terjemahaan). Bandung : Kaifa

Mulyono, D., Purwasi, L. A., & Riyadi, A. (2018). Penerapan metode penemuan terbimbing pada pembelajaran matematika siswaSMP. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 1(1), 51-58.DOI: https://doi.org/10.31539/joeai.v1i1.240

NCTM. (2000). Principles and standards for school mathematics(Vol. 1).National Councilof Teachers of Mathematics (Ed).

Nurdiana, A., & Noviyana, H. (2019). Upaya peningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik melalui metode discovery pada siswa SMP. INOMATIKA, 1(2), 77-90.DOI: https://doi.org/10.35438/inomatika.v1i2.149

Permendiknas, R. I. (2006). No 22 Tahun 2006. Tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Depdiknas.

Polya, G. (2004). How to solve it: A new aspect of mathematical method(No. 246). Princeton university press.

Rahayuningsih, S. (2017). Penerapan model pembelajaran matematika model auditory intellectually repetition (AIR). Erudio Journal of Educational Innovation, 3(2), 67-83.https://doi.org/

Sari, A. M. (2018). Penerapan model discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada subtema organ gerak hewan (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas V SDN Martadinata Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung tahun ajaran 2018-2019)(Doctoral dissertation, FKIP UNPAS).

Sumartini, T. S. (2016). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran berbasis masalah. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 148-158.DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v5i2.270

Sundayana, R. (2016). Kaitan antara gaya belajar, kemandirian belajar, dan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP dalam pelajaran matematika. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 75-84.DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v5i2.262

Syahlian, Mita.(2014).Penerapan model pembelajaran auditory, intellectually, repetition(AIR)untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Sainsmat. 7(1), 13-24.

Trisetio, E. (2014). Eksperimentasi auditory intellectually repetition (AIR) dan visualization auditory kinesthetic (VAK) terhadap hasil belajar matematika. EKUIVALEN-Pendidikan Matematika, 12(4). 310-315.

Turmudi, T., & Harini, S. (2008). Metode statistika: Pendekatan teoritis dan aplikatif.Diambil dari:http://repository.uin-malang.ac.id/

Published
2020-01-24